KKP Tetapkan Palabuhan Ratu sebagai Kawasan Industrialisasi Ikan Tuna

pelabuhan ratu
KKP Tetapkan Palabuhan Ratu sebagai Kawasan Industrialisasi Ikan Tuna - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, sebagai kawasan industrialisasi tuna. Rencana pembangunan kawasan ini dilakukan bertepatan dengan syukuran Hari Nelayan ke-52 di Dermaga II Palabuhan Ratu, Kamis (5/4).

Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Heryanto Marwoto, mengatakan penetapan kawasan industrialisasi tuna ini sesuai dengan potensi yang ada di Palabuhan Ratu . ‘’Produksi tuna Palabuhan Ratu cukup besar, bisa mencapai 80 ton per hari,’’ ujar dia.

Saat ini, produksi ikan tuna segar Palabuhan Ratu sebagian di ekspor ke Jepang. Pengiriman ikan segar dipilih karena harga jualnya lebih mahal dibandingkan dengan ikan yang sudah diolah.

Menurut Heryanto, besarnya potensi produksi tuna disebabkan dekatnya lokasi penangkapan dengan titik pendaratan. Hal ini memudahkan bagi nelayan Palabuhan Ratu untuk mencari ikan.

Di tempat yang sama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menambahkan, Palabuhan Ratu merupakan daerah penghasil perikanan tangkap terbesar di Jabar. Sehingga tidak heran perayaan hari nelayan Jabar maupun nasional setiap tahunnya dipusatkan di Palabuhan Ratu.

Namun, Heryawan mengatakan, produksi ikan Jabar dan nasional belum sesuai dengan potensi yang ada. "Potensi ikan Indonesia terbesar di dunia, tapi kenyataannya kita hanya nomor lima penghasil ikan dunia," kata dia.

Potensi perikanan tangkap Jabar misalnya, mencapai sebesar 260 ribu ton per tahun. Sementara capaian produksi pada 2011 lalu hanya mampu sebanyak 194.344,41 ton. Jumlah ini pun sebenarnya telah melampaui target produksi sebesar 187.590 ton.


KKP Tetapkan Palabuhan Ratu sebagai Kawasan Industrialisasi Ikan Tuna


Artikel Menarik Lainnya